KM. Sabuk Nusantara yang pernah sandar di Pelabuhan Desa Air Payang.

KM. Sabuk Nusantara 80 yang awalnya direncanakan sampai di Pulau Laut pada 1 Nopember 2022 tiba-tiba dibatalkan karena cuaca dan langsung menuju ke Sedanau Kecamatan Bunguran Barat. Rute biasanya dari Selat Lampa – Kecamatan Pulau Laut – Sedanau.

Masyarakat yang berbelanja di pelabuhan Desa Air Payang saat kapal sandar.

Kecamatan Pulau Laut khususnya Desa Air Payang sangat bergantungan dengan jasa transportasi tersebut. Terutama dalam hal sektor perekonomian dan penumpang. Masyarakat Desa Air Payang yang sudah tau jadwal kapal akan sampai di Pulau Laut sudah mempersiapkan barang-barang yang akan di kirim melalui kapal tersebut. Bahkan sudah ada yang mengangkut barang-barangnya di pelabuhan Desa Air Payang seperti kopra. Selain itu masyarakat juga biasa membeli bahan dapur maupun dan buah-buahan saat kapal sandar. Barang-barang kelontong dagangan toko juga biasanya diangkut dengan kapal tersebut. Untuk memenuhi kebutuhab masyarakat Desa Air Payang khususnya.

Tumpukan barang yang akan dikirim dengan KM. Sabuk Nusantara

Perlu diketahui bahwa saat mulai masuk bulan Oktober – Januari cuaca di Pulau Laut sangat ekstrim atau biasa disebut dengan musim utara, tiupan angin yang begitu kuat dan ombak mencapai 3-5 meter. Dengan cuaca yang ekstrim tersebut sulit pompong masyarakt untuk melakukan penyeberangan di kabupaten untuk ┬ámenggerakan perekonomian dan membawa penumpang.

Peringatan cuaca ekstrim di Natuna.

Kepala Desa Air Payang Edi Sentano menyampaikan khawatir akan kebutuhan sembako di Desa Air Payang tidak mencukupi untuk menghadapai musim utara akibat kapal membatalkan rute tujuan ke Kecamatan Pulau Laut.
“Saya hanya khawatir kebutuhan pokok kami di sini tidak tersedia menjelang musim utara ini, kita tau bahwa jarak tempuh Pulau Laut dan Kabupaten sangat lama jikan hanya menggunakan pompong masyarakat, sulit untuk menempuh ombak dan angin yang begitu ekstrim”, ungkap Kades Air Payang.

Barang gagal kirim dengan KM. Sabuk Nusantara.

Edi Sentano juga menjelaskan jika kapal sebesar itu saja tidak berani ke Pula Laut, apalagi kapal maysarakat nelayan.
“KM. Sabuk Nusantra yang begitu besar tidak berani ke Pulau Laut, apalagi pompong masyarakat yang begitu kecil, mau makan apa kami di sini?”, jelasnya.

Pompong masyarakat yang biasa ulang alik ke Teluk Buton.

Akibat dari kejadian ini, pelaku usaha di Pulau Laut khususnya Desa Air Payang hanya bisa terdiam dan menunggu info jadwal kapal selanjutnya yang akan menuju ke Pulau Laut. Berharapa ada kebijakan yang bisa lebih dan khusus untuk transportasi laut menuju Kecamatan Pulau Laut.

Categories: KABAR DESA

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *